Showing posts with label Karya Tulis Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Karya Tulis Ilmiah. Show all posts

Tuesday, 27 October 2015

Karya Tulis Ilmiah : Pengaru Zat Asam ( Cuka ) Terhadap Kalsium ( Telur Ayam )

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang


            Pada suatu ketika terdapat percobaan telur ayam mentah dengan air cuka. Pada percobaan tersebut , telur yang direndam dengan air cuka beberapa hari kemudian diangkat dan ditiriskan mengalami perubahan tergadap kulit telur tersebut. Kulit telur menjadi lebih lemah / lunak dari sebelumnya.
            Dari percobaan diatas, peneliti ingin membuktikan benar tidaknya percobaan tersebut. Apakah asam yang terkandung dalam air cuka berpengaruh terhadap keringanan / kelunakan kulit telur tersebut.








BAB II

LANDASAN TEORITIS


            Cangkang telur sebagian besar tersusun oleh zat kapur yaitu Kalsium Karbonat ( CaCo3 ). Salah satu sifat Kalsium Karbonat adalah dapat larut dalam asam, walaupun tergolong dalam asam lemah, salah satunya adalah Asam Cuka. Saat cangkang telur direndam dalam air cuka, Kalsium Karbonat bereaksi dengan air cuka membentuk garam, sehingga Kalsium Karbonat larut dan yang tersisa adalah protein pengikat yang elastis. Asam cuka juga memiliki kemampuan untuk merusak suatu benda dan merubah ketebalannya. Jadi, asam cuka ini merombak kalsium dikulit telur dan melunakkannya, sehingga kulit telur yang terendam air cuka akan melembek / melunak.








BAB III

METODE PENELITIAN


3.1. Hipotesis


Ø  Rendaman telur ayam dengan air cuka akan menimbulkan reaksi disekitar telur.
Ø  Air cuka berpengaruh terhadap keringanan dan kelunakan kulit telur.

3.2. Alat dan Bahan


Ø  Alat : 1 gelas
Ø  Bahan :
·  1 telur ayam mentah
·  Cuka secukupnya

3.3. Cara Kerja


Ø  Menyiapkan alat dan bahan
Ø  Memasukkan telur kedalam gelas
Ø  Menuangkan air cuka kedalam gelas secukupnya ( merendam penuh telur )
Ø  Mengamati reaksi yang terjadi pada telur
Ø  Mencatat hasil pengamatan
Ø  Membuat kesimpulan

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil Penelitian


            Telur ayam yang direndam air cuka setekah beselang beberapa menit, muncul gelembung-gelembung udara, sedikit demi sedikit yang keluar dari cangkang telur. Seiring berjalannya waktu, gelembung-gelembung udara yang keluar semakin banyak. Kemudian telur mengapung ke permukaan disertai dengan gelembung-gelembung udara. Cangkang telur akan mengelupas sedkit demi sedikit dan kulir telur mulai melunak.
            Setelah lebih kurang 24 jam, cangkang telur sudah mengelupas semuanya dan telur sudah kembali kedasar dan kemudian mengapung lagi dan kembali lagi kedasar dan tidak kembali lagi mengapung ke permukaan. Itu tandanya cangkang telur sudah lembek / melunak
Gambar.1.1. Telur yang dimasukkan ke dalam air cuka akan mengeluarkan gelembung.
Gambar.1.2. Telur mulai mengapung beserta gelembung-gelembung udara.
Gambar.1.3. Telur yang mulai mengelupas.
Gambar.1.4. Telur yang sudah mengelupas semua dan terasa lunak.

4.2. Pembahasan


            Dari penelitian yang telah dilakukan, kita dapat mengetahui bahwa telur ayam yang telah direndam dengan air cuka mengalami perubahan yang sangat mencolok jika dibangdingkan dengan telur ayan yang biasanya kita lihat sehari-hari. Telur ayam yang direndam air cuka selama kurang satu hari cangkangnya mengelupas dan melunak, sehingga telur terasa lebih ringan dan kenyal ketika disentuh, berbedab dengan telur yang tidak direndam dengan air cuka, cangkangnya masih utuh dan terasa keras apabila disentuh. Telur yang direndam air cuka mengalami perubahan dikarenakan kandungan asam dari cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat, salah satunya kalsium, yang seperti kita ketahui sebagai penyususn utama cangkang telur.

 

 

 

 

 

 




BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan


            Air cuka berpengaruh terhadap keringanan dan kelunakan kulit telur ayam, sehingga telur ayam yang sudah direndam dengan air cuka mengalami perubahan. Semakin lama proses perendaman, maka semakin terlihat jelas perubahan yang terjadi pada telur ayam.

5.2. Saran


Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang perlu ditambah dan diperbaiki. Untuk itu penulis mengharapkan inspirasi dari para pembaca dalam hal membantu menyempurkan karya tulis ini. Untuk terakhir kalinya penulis berharap agar dengan hadirnya makalah ini akan memberikan sebuah perubahan khususnya dunia pendidikan.


Thursday, 23 July 2015

Karya Tulis Ilmiah : Potensi yang ada di Dalam Sampah

BAB 1 PENDAHULUAN
A.Latar belakang 
                                 Pada zaman sekarang ini, kebanyakan masyarakat di Indonesia sering membeli barang dengan metode sekali buang. Di era globalisasi ini,seperti yang kita ketahui bahwa peristiwa global warming sedang dialami di seluruh dunia,termasuk Indonesia. Faktor yang menyebabkan global warming,diantaranya yaitu pembakaran plastik yang menghasilkan karbondioksida.Salah satu siasat untuk memperkecil dampak global warming yaitu memilah-milah sampah serta memisahkan sampah yang bisa dimanfaatkan dan sampah yang tidak bisa dimanfaatkan.

B.Rumusan Masalah                                                                              
                                  Berdasarkan latar belakang diatas,muncul permasalahan         sebagai berikut :
1.      Bagaimana cara mendaur ulang barang bekas?
2.      Apa keuntungan dari mendaur ulang barang bekas?
          
C.  Tujuan penelitian
           Sesuai dengan permasalahan di atas ,tujuan yang dapat kita capai dalam penelitian ini adalah:   
·         Mengetahui cara mendaur ulang barang bekas.
·         Mengetahui manfaat dari mendaur ulang barang bekas.
           
D .Manfaat penelitian
1.      Bagi para ibu rumah tangga, pendaur ulang barang bekas ini sangat berguna  supaya tidak menumpuk  barang bekas yang tidak bermanfaat.
2.      Bagi para pengrajin, pendaur ulang ini bisa bermanfaat sebagai peluang usaha.
3.      Bagi lingkungan, pendaur ulang ini bisa mengurangi penumpukan sampah di TPS yang bisa menguragi dampak global warming.
4.      Bagi peneliti, ini bisa di jadikan sebagai pelajaran dan bisa di manfaatkan sebaik mungkin.
BAB 2 LANDASAN TEORI

            Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah  adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi suatu yang berguna, mengurangi polusi, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan bahan baru.
            Komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses HIERARKI SAMPAH 3R (Reuse,Reduce,Recycle)
            Materil yang dapat di daur ulang terdiri dari sampah kaca,plastik, kertas, dll.Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasikan oleh alam, tidak di kategorikan sebagai proses daur ulang.Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang bisa didegradasikan oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan.
            Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses industri.Proses daur ulang aluminium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi pulusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstrasi aluminium dari tambang hingga prosesnya di pabrik.Penghematan yang cukup besar pda energi juga dapat dengan daur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.
            Plastik dapat di daur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam.Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini.Saat ini berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik sehingga mempermudah untuk mendaur ulang.

           





BAB 3 METODE PENELITIAN


A.TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
1.      Tempat penelitian
Penelitian dilakukan di desa Uteun Gathom
2.      Waktu
Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 03 mei 2013 hingga 05 mei 2013


B.SUBJEK PENELITIAN
Subjek penelitian yang dipergunakan adalah sampah yang tidak dipergunakan.


C.INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen atau alat yang digunakan berupa pendaur ulang sampah.


D.PROSEDUR PENELITIAN
            Prosedur penelitian menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Memilih sampah yang dapat didaur ulang.
2.      Mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang.
3.      Membersihkan sampah yang sudah dikumpulkan.
4.      Menjemur sampah yang sudah dibersihkan
5.      Membentuk pola diatas sampah tersebut.
6.      Menjahit sampah yang sudah dipola tersebut.
7.      Menghias sampah-sampah yang sudah di jahit.

BAB 4 HASIL PENELITIAN



A.Cara mendaur ulang barang bekas ( sampah plastik )
            Langkah awalnya adalah memisahkan sampah kering dan basah.Lalu sampah kering di bersihkan.Setelah itu plastik-plastik yang telah dicuci dan di keringkan kemudian dipotong-potong seperti pola barang kerajinan yang akan dibuat.Bentuk pola sesuai dengan keinginan lalu dijahit.Saat ini plastik telah menjadi produk fashion tersendiri yang berasal dari barang daur ulang atau bisa disebut fashion.



B.Cara mendaur ulang barang bekas ( kertas )
            Alat yang dibutuhkan hanyalah dua buah ember besar, blender untuk menghancurkan kertas, satu atau lebih cetakan kertas ynag tersebut dari dua buah bingkai kayu dan spon untuk menyerap air. Untuk mencetak butuh bingkai kayu.
            Cara mencetaknya, tempel bingkai kayu yang berisi bubur kertas ke atas kain alas.Serap air yang ada didalam kertas yang dicetak dengan menggunakan spon.Berhati-hatilah agar kertas yang di cetak tidak robek.Jemur kertas hingga mengering.Dapat juga bisa digunakan pewarna alami seperti dari kunyit.
            Semoga bermanfaat.








C.Manfaat mendaur ulang barang bekas bagi masyarakat
            Tahukah anda dari kertas bekas atau koran bekas, kardus bekas tersebut ternyata menyimpang potensi peluang usaha, membuat kertas daur ulang
            Intinya bisa mempunyai nilai tambah bila diolah dengan benar dan bernilai ekonomi tinggi, dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan dengan pemanfaatan limbah kertas.Kita secara tidak langsung mendukung program “ GO GREEN “ yang saat ini sedang gencar digalakkan oleh berbagai kalangan.Dengan membuat produk dari dau ulang kertas sehingga dapat mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan.
            Selain itu, ibu-ibu rumah tangga atau masyarakat yang tidak menpunyai pekerjaan , cara mendaur ulang ini bisa menjadi pekerjaan anda yang dapat menghasilkan uang pula.




BAB 5 PENUTUP

A.Kesimpulan
            Berdasarkan permasalahan dan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Barang bekas seperti kertas, bahan bangunan, elektronik, baterai, logam, dan bahan lainnya dapat didaur ulang.
2.      Barang bekas yang sudah didaur ulang ternyata banyak manfaatnya, seperti mengurangi dampak global warming, menjadi peluang usaha,melatih kreatifitas seseorang.

B.Saran
            Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Para ibu rumah tangga dapat memanfaatkan penelitian ini untuk mengolah barang bekas yang berserakan disekitar rumah.
2.      Para pengrajin,penelitian ini  dapat dijadikan peluang usaha.
3.      Peneliti dapat memanfaatkan penalitian ini sebagai kajian awal untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan lebih baik.
           

















Karya Tulis Ilmiah : Pengaruh Anak Jalanan Dalam Lingkungan Bermasyarakat

B A B  1
P E N D A H U L U A N


A.    Latar belakang
Indonesia memiliki beragam masalah yang terlihat dengan jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Masalah tersebut di antaranya adalah masalah sosial, budaya, politik, dan beragam masalah lainnya yang tak kunjung menemukan penyelesaian.
Masalah yang cukup mencolok dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah sosial terutama di daerah perkotaan yang kehidupannya dapat dikatakan keras. Salah satu fenomena sosial di perkotaan yang belakangan ini semakin nyata adalah masalah anak jalanan. Anak jalanan belakangan ini menjadi suatu masalah sosial yang sangat penting dalam kehidupan perkotaan. Kehadiran mereka seringkali dianggap sebagai cermin kemiskinan suatu kota atau kegagalan adaptasi kelompok orang tersebut terhadap kehidupan dinamis perkotaan.
            Anak-anak  yang menjadi anak jalanan memiliki berbagai sebab. Bukan hanya faktor kemiskinan sebagai penyebab utamanya, melainkan juga eksploitasi, manipulasi, dan pengaruh lingkungan pergaulan anak tersebut.
Anak jalanan atau biasa disingkat anjal adalah potret kehidupan anak-anak yang kesehariannya berada di jalan dan dapat dengan mudah kita jumpai keberadaannya di setiap penjuru kota. Dampak dari kemiskinan yang mereka alami salah satunya adalah kurangnya pendidikan. Usia mereka yang relatif masih muda dan seharusnya masih dalam tahap belajar serta merasakan sebuah pendidikan selayaknya tidak hidup sebagai anak jalanan. Berdasarkan masalah tersebut, penulis akan mengemas makalah ini dengan judul Pengaruh Keberadaan Anak Jalanan dalam Lingkungan Bermasyarakat sebagai upaya untuk mengatasi masalah keberadaan anak jalan di lingkungan masyarakat.



B.Rumusan Masalah 
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebgai berikut-berikut
a. Dampak apa sajakah yang muncul akibat keberadaan anak-anak jalanan ?
b. Bagaimana solusi untuk mengurangi anak jalanan ?






C.Tujuan Penelitian
a.    Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui: dampak yang muncul akibat keberadaan anak jalan terhadap lingkungan bermasyarakat;
b.    solusi untuk mengurangi keberadaan anak jalanan.


D.Manfaat Penelitian
a.       Bagi Penulis, untuk membuka wawasan baru tentang keadaan lingkungan bermasyarakat.
b.      Bagi Pembaca, memberikan wawasan tentang keberadaan anak jalanan dalam lingkungan bermasyarakat.
c.       Bagi Khalayak Umum, memberikan wawasan dan pemahaman tentang anak jalanan.




















B A B  2
LANDASAN TEORI

Berdasarkan latar belakang masalah, penulis mengidentifikasi masalah dalam    makalah ini sebagai berikut:
a.       Masalah yang paling mencolok di Indonesia adalah masalah sosial terutama keberadaan anak jalanan.
b.      Faktor utama yang meyebabkan anak-anak tersebut menjadi anak jalanan adalah kemiskinan.

Mungkin penyebabnya adalah orang tua yang terlalu sibuk sehingga kurang memerhatikan kebutuhan si anak, tidak ada kasih sayang yang dirasakan anak. Ketidak kondusifan tersebut memicu anak untuk mencari kehidupan di luar rumah, apa yang tidak ia temukan dalam lingkungan keluarga. Mereka hidup di jalan-jalan dengan melakukan aktivitas yang dipandang negatif oleh norma masyarakat.
Rata-rata mereka membentuk komunitas dan kelompok sosial tersendiri di luar kelompok masyarakat. Komunitas dan kelompok sosial tersendiri itu biasanya berbentuk geng. Geng tersebut berfungsi sebagai keluarga bayangan bagi anak-anak yang bermasalah. Mereka merasa mendapatkan apa yang tidak didapat dalam keluarga. Kelompok sosial tersebut juga melahirkan sebuah strata sendiri. Anak jalanan dari golongan elite biasanya melakukan aktivitas kebut-kebutan dengan mobil dan corat-coret di dinding. Kemudian dari golongan lapisan menengah biasanya melakukan aktivitas kebut-kebutan dengan sepeda motor dan juga corat-coret di dinding. Produk lapisan bawah biasanya sering melakukan aktivitas nongkrong di jalan-jalan dan tidak jarang mengganggu orang yang sedang lewat.
Ada juga Anak-anak yang terpaksa mencari nafkah dengan cara mengasong di jalan-jalan karena kebutuhan ekonomi. Mereka di tempat-tempat strategis seperti di persimpangan jalan yang menggunakan lampu lalu lintas. Fenomena tersebut dianggap sebagai gangguan terhadap keindahan kota, ketertiban dana kebersihan.










BAB 3
METODE PENELITIAN

A.Tempat Dan Waktu Penelitian
1.      Tempat penelitian
Penelitian dilakukan di kota Bandung
2.      Waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 29 maret sampai 29 april.


B.Subjek Penelitian
a.       Anak jalanan yang hidup di jalanan yang ditandai dengan putus hubungan atau lama tidak bertemu dengan orang tua, meluangkan waktu sekitar 8 – 10 untuk bekerja dan sisanya menggelandang, pekerjaan mereka mengamen, mengemis, memulung dan yang sebangsa, rata-rata berusia di bawah umur 14 tahun, pada umumnya tidak ingin sekolah lagi;
b.      Anak jalanan yang bekerja di jalanan yang ditandai dengan berhubungan tidak rutin dan tidak teratur dengan orang tua, berada di jalan sekitar 8–10 jam untuk bekerja. Menetap di kontrakan bersama teman-temannya, tidak sekolah lagi, pekerjaan mereka rata-rata sebagai penjual koran, pengasong, penyemir sepatu, pencuci mobil, pengelap kaca angkutan dan lain-lain, rata-rata usia mereka di bawah 16 tahun.

C.Instrumen penelitian
Munculnya fenomena anak jalanan tersebut disebabkan oleh dua hal.
1)      problema sosiologis: karena faktor keluarga yang tidak kondusif bagi perkembangan si anak, misalnya orang tua yang kurang perhatian kepada anak-anaknya, tidak ada kasih sayang dalam keluarga, diabaikan dan banyak tekanan dalam keluarga serta pengaruh teman.
2)      problema ekonomi, karena faktor kemiskinan anak terpaksa memikul beban ekonomi keluarga yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua.
3)      faktor keluarga dan faktor pergaulan. Faktor keluarga antara lain tidak ada perhatian orang tua, tidak ada kasih sayang, anak merasa diacuhkan, serta banyak aturan dan tekanan. Faktor pergaulan antara lain  pengaruh teman yang sudah lebih dahulu mengenal dunia jalanan.
D.Prosedur Penelitian
            Dalam usaha untuk mengurangi keberadaan anak jalanan, peran serta semua pihak sangat dibutuhkan. Meskipun peran pemerintah sangat berpengaruh, peran masyarakat, terutama orang tua, juga berperan penting.
a.       Peran Orang tua
Dilihat dari faktor-faktor yang menyebabkan seorang anak menjadi anak jalanan, faktor ekonomi keluarga dan kurangnya kasih sayang yang diberikan oleh orang tua yang meyebabkan anak tersebut menjadi anak jalanan sehingga peran orang tua dalam masalah ini perlu dilibatkan.
Orang tua perlu memberikan pemahaman lebih berupa pendidikan moral kepada sang anak agar mereka tidak mengikuti orang tua mereka untuk mencari nafkah, karena sejatinya tugas mencari nafkah adalah tugas orang tua bukan tugas seorang anak. Orang tua juga perlu lebih memerhatikan anak mereka, agar sang anak tidak merasa kekurangan kasih sayang dan perhatian.

b.      Peran Masyarakat
Masyarakat sebagai salah satu aspek utama dalam kehidupan bermasyarakat, seharusnya tidak menganggap remeh keberadaan anak jalananan yang berada di sekitar mereka.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mengurangi keberadaan anak jalanan, dengan menampung anak-anak jalanan tersebut dalam sebuah lembaga atau tempat yang dapat memberikan mereka  pendidikan.

c.       Peran Pemerintah
a.       Pemerintah harus memikirkan tempat tinggal yang layak bagi anak jalanan. Rumah singgah misalnya, di mana mereka merasa aman dan mendapat perlindungan.
b.      Program orang tua asuh. Anak dapat merasakan bagaimana kasih sayang orang tua asuh yang mungkin tidak pernah dirasakan dikeluarganya sendiri. Mendapatkan penghidupan yang layak dan perlindungan yang tidak mereka dapatkan dijalanan. Hal ini penting, karena berbicara anak jalanan berarti berbicara di mana mereka tinggal untuk mendapatkan perlindungan, baik dari faktor alam (panas dan hujan) maupun faktor manusia sendiri (orang dewasa yang melakukan tundak kekerasan). Membuat kegiatan-kegiatan yang mengikutsertakan partisipasi anak secara rutin. Hal ini dimaksudkan untuk mengisi waktu luang anak sehingga tidak mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti beraktivitas di jalanan untuk mencari uang. Tentunya kegiatan tersebut diarahkan pada perkembangan mental anak yang cenderung untuk belajar dan bermain di usianya.


BAB 4
HASIL PENELITIAN
1. Anak
Anak adalah karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa. Hak asasi anak dilindungi di dalam Pasal 28 (B) (2) UUD 1945 yang berbunyi setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi anak:
a. Definisi anak menurut UU Kesejahteraan, Perlindungan, dan Pengadilan anak
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalma kandungan
b. Pengertian anak menurut UU RI No. 4 tahun 1979:
Anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah. Batas 21 tahun ditentukan karena berdasarkan pertimbangan usaha kesejahteraan sosial, kematangan pribadi, dan Anak kematangan mental seorang anak dicapai pada usia tersebut.

2.Lingkungan sosial
Ada dua istilah yang sangat erat kaitannya, tetapi berbeda secara gradual ialah “alam sekitar” dan “lingkungan”.  Alam sekitar mencakup segala hal yang ada di sekitar kita, baik yang jauh maupun yang dekat letaknya, baik dari masa silam maupun yang akan datang tidak terikat pada dimensi waktu dan tempat. Lingkungan  adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan/atau pengaruh tertentu kepada individu
Lingkungan ini mengitari sejak manusia dilahirkan sampai dengan meninggalnya.  Antara  lingkungan dengan manusia ada pengaruh yang timbal balik. Artinya, lingkungan memengaruhi manusia dan sebaliknya manusia juga memengaruhi lingkungan sekitarnya.
Selain itu, istilah masyarakat dalam istilah bahasa Inggris disebut society, dalam bahasa Arab disebut musyarakah artinya bersama-sama kemudian berubah menjadi masyarakat, yang artinya berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling memengaruhi. Istilah sosiologinya disebut berinteraksi.
            Jadi, lingkungan masyarakat adalah tempat terjadinya sebuah interaksi suatu sistem dalam menghasilkan sebuah kebudayaan yang terikat oleh norma-norma dan adat istiadat yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama.
B A B  5
P E N U T U P

A.Kesimpulan
Secara garis besar, keberadaan anak jalanan merupakan suatu masalah sosial yang harus diperhatikan secara lebih mendalam oleh pemerintah, masyarakat, dan orang tua. Gerakan serius dan nyata pemeritah dalam menanggulangi keberadaan anak jalan sangat diperlukan, agar anak jalanan tidak lagi muncul.

B.Saran
1.      Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat, memberikan tempat untuk menampung anak jalanan dan memberikan mereka pendidikan yang layak.
2.      Memberikan pemahaman kepada orang tua akan penting nya pendidikan dan kasih sayang anak.

3.      Memberikan pemahanam pada masyarakat agar tidak meremehkan keberadaan anak jalanan.

Makalah : Sistem Pedidikan Nasional