Tuesday, 30 June 2015

Cerpen : Kenangan Dimasa Lalu


Kenangan Dimasa Lalu

Oleh : Putri Narissa

                   Namaku Raisa dan aku mempunyai sahabat, sebut saja namanya Indri. Indri adalah saudara sepupuku sekaligus sahabat untukku. Dia yang selalul ada untukku dan kapanpun aku membutuhkannya. Dia memang lebih cantik dari aku. Dari kecil kami selalu bersama-sama. Tapi sekarang kami bersekolah di SMA yang berbeda. Di sekolah yang berbeda tidak membuat kami berpisah. Setiap sore kami sempatkan untuk jalan-jalan berdua.
                   “Indri,liat itu?” kataku sambil menunjuk kearah seorang laki-laki sedang duduk santai.
                   “ia ada apa dengan dia!” jawab Indri.
Akupun tidak langsung menjawab pertanyaan  Indri,sempat aku dikejutkan oleh Indri dalam lamunanku.
                   “hey Raisaaa….?”akupun tersentak mendengar teriakan  Indri yang memenggil namaku.
                   “eeh iya!!!!” jawabku sambil melirik cowok itu.
Indri langsung  mengalihkan  pikiranku untuk kembali menjawab pertayaan dia tadi yang sempat tertunda dalam lamunanku.
                   “ada apa Indri?”aku bertanya pada Indri.
                   “siapa cowok tadi ?” tanya Indri.
                   “enggak,dia hanya kakak kelasku sekaligus sahabatku juga !”jelasku pada Indri.
Indri heran melihat tingkahku yang sesekali mengalihkan pandangan ke arah laki-laki tersebut,
                   “ya sudah ayo kita pergi!” kata Indri sambil menarik tanganku untuk melanjutkan perjalanan kami yang ingin menikmati kota Matang sore hari.
Di sepeda motor yang dikendarai oleh Indri,kembali pikiranku tertuju kepada laki-laki yan tadi kulihat, lai-laki yang sudah ku kenal dua tahun yang lalu saat pertama masuk SMA 2 Peusangan. Aku tersenyum-senyum sendiri membayangkan cowok tadi,padahal aku hanya mengenal dia sebagai kakak kelasku sja masuk SMA,tapi tetap saja saat melihatnya hatiku jadi deg-deggan,entah mengapa…..?. tiba-tiba hpku berbunyi dan langsung saja kulihat,ternyata ada pesan dari sicowok tadi,sebut saja namanya Aldi.
                   “mau kemana raisa “,isi pesan yang kuterima ,dan aku balas dengan senyuman “Cuma mau cari angin sore!”. Indri yang tanpa aku sadari dari tadi memperhatikanku berkata.
                   “kenapa kamu Raisa ,dari tadi aku perhatikan senyum-senyum sendiri?”
                   “ah tidak ,ayoo kita mau kemana ne Indri?” kataku sambil tersenyum.
                   “kita keliling kota Matang saja.” Jawabnya dengan nada heran melihat tingkah anehku.
                   “eh Raisa ,sebentar lagi kamu yang membawa sepeda motor ya?” Indri memberi tahu aku bahwa sebentar lagi kami harus bergantian untuk membawa sepeda motornya.
                   “ya!” jawabku singkat.
Dalam hatiku enggak tau apa dia aku lagi nunggu pesan dari  Aldi yang dari tadi belum masuk ke hpku. Dan sekarang kami sudah bergantian posisi, aku yang membawa sepeda motornya sekarang,dan Indri yang kini duduk santai di belakangku. Tiba-tiba hpku berbunyi,kulihat ada pesan masuk yang ternyata pesan itu dari Aldi,langsung ku buka “ hat-hati ya!” hanya itu yang terdapat saat membuka pesan tersebut, dan langsung aku simpan hp tanpa membalas lagi pesan dari Aldi,karena memang tidak baik  bermain hp saat mengendarai sepeda motor. Setelah sampai di rumah aku sempatkan duduk lagi dengan Iindri, dan berniat menceritakan  semuanya pada Indri, karena memang kami selalu terbuka dalm masalah apapun.
                   “aku suka cowok tadi “ kataku pada Indri.
                   “cowok yang mana ?” tanya Indri. Karena memang bukan Cuma Aldi aowok yang bertemu dengan kami sedang jalan-jalan tadi.
                   “kakak kelasku tadi !” jawabku.
                   “jadi ada yang lagi jatuh cinta nee…?” godanya padaku.
Akupun jadi tersipu malu pada Indri,inilah hari-hari kami yang selalu kami jalani dengan penuh canda tawa. Kini kami sudah beranjak dewasa ,tak terasa sebentar lagi kami akan lulus SMA waktu begitu cepat berlalu ,sudah saatnya kami memikirkan masa depang masing-masing, tapi yang pasti kami sudah berjanji ………. “APAPUN YANG TERJADI KAMI TETAP BERSAMA”  itulah janji yang sudah terucap berulang kali dari bibir kami. Begitu juga dengan Aldi sahabatku sekaligus laki-laki yang aku cintai. Mungkin saat ini Aldi sudah berada pada garis kesuksesannya dalam bermain bola, Aldi memang sangat pandai dlam bermain bola. Banyak medali yang sudah ia dapatkan dari bermain bola, sehingga berkat kesuksesannya dalam bermain bola,ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di universitas yang cukup terkenal di Aceh.
                   “Raisaaa…..?”terdengar suara yang tidak asing bagiku, setelah aku lihat ke belakang ternyata Indri.
                   “ada apa kok teriak-teriak !” tanyaku pada Indri.
                   “tadi Aldi BBM aku ,tanya-tanya tentang kamu.”
Akupun mendengar penjelasan Indri panjang lebar,wajar saja mereka kenal.toh mereka masing-masing punya blackberry dan bisa BBM tanpa harus ada nomor hp,pikirku agak kebingungan.
                   “bals saja apa yang ditanya sama Aldi” jawabku.
Setelah aku perhatikan sepertinya Indri mulai suka sama Aldi,tapi aku tetap tidak akan berfikir negatif buat mereka.
Malam setelah shalat insya aku lihat hpku yang tedapat 1 pesan baru dari  Aldi, langsung kubuka.
                   “Raisa, apa boleh Aldi lebih dekat sma Indri sepupu Raisa?” air mataku jatuh ketika membaca pesan itu,kucuba baca berulang kali dan masih tetap tidak berubah, apa maksud Aldi mengirim pesan tersebut,pikiranku sudah melayang kemana-mana.
                   “maksud Aldi apa ? “ kubals pesan Aldi dengan air mata ,tak lama kemudian ,pesan kembali masuk.
                   “Apa boleh Aldi pacaran sama sepupu Raisa?”
Aku tidak membals lagi pesan dari Aldi, aku masih tidak percaya dengan isi pesan itu. Malam itu aku hanya ingin menenangkan diri dulu. Memang hanya Aldi yang menyukai Indri, sedangkan Indri akan menolak perasaa Aldi. Tidak mungkin seorang sahabat mengkhianati sahabatnya sendiri. Hatiku semakin tidak tenang, hingga aku tertidur tanap kusadari.
                   Keesokan  harinya aku masih memikirkan pesan Aldi  semalam, apa Aldi benar-benar serius dengan pesan yang dikirim semalam.
                   “Raisa,aku mau cerita sesuatu padamu”. Terdengar suara Indri yang sedikit lemas.
                   “bicara apa,kok udah pagi-pagi udah ke sini?” tanyaku.
                   “Aldi minta aku buat jadi pacarnya, gimana menurut kamu,aku tau kamu cemburu Raisa, awalnya aku ingin mendekatkan kalian,tapi ternyata aku sendiri yang terjerumus ke dlam lobang yang sudah ku gali sendiri,aku minta maaf Raisa?”.
Kembali aku lemas mendengar pengakuan Indri padaku, tapi aku tetap berusaha tegar didepan dia. Indri menyuruhku membaca semua pesan dari Aldi.
                   “kenapa harus dia Indri,kenapa/”tanyaku dengan nada kasar.kini aku sudah tidak sanggup lagi membendung air mataku.
                   “maafkan aku Raisa,maafkan aku…!!.terdengar suara Indri meminta maaf padaku,sebelum aku tinngal masuk kedalam rumah.
                   Kini sepi rasanya menjalani hari-hariku tanpa seorang sahabat,ini semua seperti mimpi. Janji-janji yang dulu terucap, kini hanya tinggal bersama kenangan-kenangan pahit. Bahkan aku tidak pernah menyangka bahwa Indri tega mengkhianati persahabatan yang sudah kami jalin bertahun-tahun lamanaya. Satu tahun berlalu meninggalkan masa lalu,sekaligus mimpi burukku,kini aku sudah menjadi mahasiswa disebuah universitas yang berada di Aceh. Sekarang aku mencintai seseorang yang huga sangat mencintai aku. Bahkan aku sudah melupakan laki-laki yang bernama Aldi. Aku sudah tidak tahu hubungan Aldi dengan Indri, karena aku memangtidak ingin tahu.
                   “sayang,ayo kita jalan-jalan” terdengar suara Edo yang mengagetkankudari lamunan masa laluku. Edo adalah laki-lakiyang kini aku cintai. Bahkan Edo mampu membuatku bahagia seperti sekarang.

TAMAT


Cerpen : Cinta,Musibah dan Anugerah


Cinta,Musibah dan Anugerah
 





Oleh : Hayatun Rahmi
                   Di sebuah negara yang bernama Indonesia, terdapat sebuah provinsi yang benama Aceh. Di provinsi Aceh terdapat sebuah kapupaten dari utara ibu kota yang bernama Bireuen. Dan disebuah desa di kabupaten tersebut,tinggallah seorang pemuda yang berbadan tinggi,tegap dan berkulit putih. Pemuda tersebut bisa di golongkan dalam kategori remaja. Pemuda tersebut bernama Ichan. Dia bekerja di sebuah pabrik penggilingan padi di sebuah kecamatan Jangka. Dlam diri Ichan sudah lama tersirat dan tersurat untuk mencari cinta yang telah lama diidamkan dan dia juga mau merasakan gimana sih rasanya jatuh cinta itu dan memiliki seorang cewek…..maklum !!! Ichan belum pernah pacaran.
                   Setelah satu minggu bekerja di pabrik tersebut, dia melihat ada seorang cewek yang kulitnya putih bersih dan bola matanya seperti keturunan bangsa Cina,tapi apa daya !,Ichan bukanlah seorang anak yang bermental tinngi. Dia sangat lugu,padahal dia remaja yang masih sekolah. Dia sangat ingin merasakan cinta dan ingin punya pacar,nama cewek itu adlah Meme,dia sekolah di SLTP Negeri 1 peusangan,sedangkan Ichan sekolah di SMA 2 Peusangan. Meme duduk di kelas 3 SLTP, Ichan duduk di kelas 3 SMA.  Tapi apa daya Ichan tak berani mengatakannya . saat Meme menjemur padi di pabrik tak satu pun kata keluar dari mulutnya, hanya kaki yang gemeteran dan suaranya seperti tak keluar lagi (tersendak dan bisu).
                   Hari-hari terus berlalu, Ichan belum bisa untuk mengungkapkan perasaannya,padahal hatimya selalu gelisah. Dalam benaknya selalu berpikir,
“apakah Meme akan menjadi pacarku?” sedangkan Meme sudah tamat SLTP,dia sekarang sekolah di SMA 2 Peusangan dan  Ichan sudah tamat SMA. Tapi yang tidak masuk akal, Ichan sudah menjadi anak pemberani! Dia tidak takut lagi sama cewek-cewek ,sekarang rambutnya gaul,pakek kacamata! Yang hebatnya malah cewek yang ngejar-ngejar Ichan. Tapi Ichan bukan cowok yang playboy !!! prinsipnya kalu ada satu cewek dalam hatinya,tak akan ada lagi cewek lain yang bisa menggantikan dia,karena dalam hatinya sudah ada Meme.
                   Tanggal 26 agustus 2013 Ichan ngungkapin semua perasaanya ke Meme,emang Meme bukan cewek yang sombong, dia mau memerima Ichan apa adanya. Dua hari setelah jadiah,mereka jalani cinta dengan penuh rasa bahagia, apalagi diawali dengan pacaran, rasanya dunia milik berdua. Samapai dua bulan lamanya kisah cinta Ichan  and Meme masih biasa-biasa saja, tapi waktu bulan ke 3 mereka pacaran, Meme berubah menjadi anak yang egois !!! kalau Ichan telepon,sms,chatting ,bukan malah senang,tapi Meme selalu pengen berantem,akhirnya Ichan tau penyebab berubahnya Meme selama ini,ternyata Meme bukanlah  cewek b aik yang Ichan kenal,dia sudah terjerat sebuah perselingkuhan.
                   “Jalan menuju cinta itu tak selamanya lurus kadang ada tikungan yang bernama “ kegagalan” bundaran yang benama ”kebingungan” tanjakn yang bernama “godaan” lampu merah yang bernama “kejanggalan” lampu kuning yang bernama “perdebatan” kamu akan mengalami ban kempes yang bernama “perseingkuhan” tetapi jika engkau memilih ban seram yang bernama “kesabaran”maka akan dapat asuransi yang bernama “ iman “ pengemudi yang bernama “ kepercayaan” dan engkau akan sampai ke tempat tujuan yang bernama “cinta sejati”
                   Setelah tahu tentang perselingkuhan Meme , Ichan tidak berhenti sampai di situ, dia mencari tahu siapa sosok yang menjadi teman selingkuhan Meme. Ternyata cowok itu teman Meme disekolah namanya Ayar !dia tinggal di seputaran Matangglumpangdua. Karena Ichan tidak suka dengan sifat Meme, dan tingkah lakunya,akhirnya mereka putus di tengah jalan. Setelah putus mereka saling memojok dan mengejek saat bertemu.
                   Tetapi pada akhirnya cerita mereka berdua berubah dan menjadi teman akrab.
Semua itu terjadi karena mereka berdua mandapat musibah. Pada hari jum’at tanggal 3 juli bertepatan dengan 10 rajab tahun 1435 H, ayah Ichan meninggaal dunia karena stroke. Sedangkan pada hari rabu 8 juli bertepatan 15 rajab ibunya Meme meninggal karena penyakit pembengkatan pada jantung. Akhirnya mereka menjadi teman baik dan menjadi contohkepada teman-temanya.
                   “CINTA,MUSIBAH DAN ANUGERAH”
TAMAT

                        

Cerpen : Cinta Tak Terduga

Cinta Tak Terduga
Oleh : Jurisna
             Aku hancur dalam ketidakpastian. Juju, itulah namaku. Seorang remaja yang menganggap pacar itu adalah segalanya dalam hidup. Namun sebuah kejadian mengubah sikapku, aku berubah menjadi seorang yang hanya memikirkan diri sendiri dan bertindak sesukaku. Hidupku adalah untukku, kalimat itu menjadi temanku setiap hari. Bukan karena egois, tapi itu semua untuk menghilangkan kekecewaanku kehilangan seseorang yang aku cintai karena membiarkannya pergi. Ya pria itu memilih wanita lain. Selingkuh ketika dia meminta aku untuk  menunggunya kembali.
            Kini hari-hariku hanya sibuk dengan segudang aktivitas dan tugas sekolahku. Aku selalu hidup dalam kenangan masa lalu, tak pernah percaya dengan yang pria katakan. Terlalu sering aku menyakiti pria yang datang kepadaku sejak saat itu.
Suatu hari aku berkenalan dengan seseorang melalui pesan singkat di blackberry messenger (BBM), namanya adalah  Indra seorang cowok yang lima tahun lebih tua dariku. Beberapa minggu kenal Indra dia mengenalkanku pada temannya yang bernama Ical.
            Ical adalah pria yang juga lima tahun lebih tua dariku, dia berasal dari daerah yang tidak jauh dari tempat tinggalku, hanya perlu waktu kurang dari satu jam untuk sampai ke tempatnya. Saat ini Ical bekerja di salah satu mini market kecil di dekat rumah kosan nya,di Banda Aceh. Hari demi hari aku lalui bersamanya walau sekedar pesan singkat dan telpon darinya. Sedikit demi sedikit luka akan masa lalu mulai larut dalam diriku.
Pada suatu malam ketika Ical menelponku seperti biasa, tak ku sangka malam itu Ical mengungkapkan isi hatinya.

“Kalau aku suka sama kamu gimana?”
“Ya nggak gimana-gimana..” jawabku
“aku serius, kamu mau jadi pacarku?” Ical  meyakinkanku
Saat itu tak butuh waktu lama untukku menjawab.
“iya” jawabku lagi

Entah apa yang ada dipikiranku, padahal pada saat itu aku belum terlalu mengenalnya dan dia juga belum terlalu mengenalku, bahkan kami belum pernah berjumpa. Yang aku tau aku nyaman dengannya dan dia pun nyaman denganku. Ya sudahlah kami jalani hubungan ini dengan status pacaran.Hari berganti hari, hubungan kami bertambah dekat penuh dengan rasa yang aku sebut cinta.Semenjak saat itu hubungan kami berjalan semakin dekat meskipun terpisahkan oleh jarak.Beberapa minggu kemudian hubungan kami mulai memanas, masalah silih berganti menghampiri kami. Tapi kami masih bisa melewati dan menyikapinya secara dewasa.
             Tibalah pada suatu hari Ical pulang kekampungnya. Aku bahagia karena dengan begitu aku bisa dengan bertemu dengannya. Sore itu kami bertemu untuk pertama kalinya di seebuah rumah makan. Ical tenyata cowok manis dengan perawakan tinggi besar. Entah apa yang ada dipikiranku aku merasa semakin tidak ingin melepasnya. Perasaan itu semakin tumbuh dan besar. Beberapa kali aku dan Ical jalan berdua, dia memperlakukanku sangat istimewa, aku sangat bahagia. Tiba waktunya Ical harus pergi lagi ke ibu kota Banda Aceh karena pekerjaannya dan selesain kuliah nya disana ,.
Hari ke minggu, hingga satu bulan setelah terpisah lagi oleh jarak hubungan kami baik-baik saja walaupun masih banyak masalah dan seringnya pertengkaran terjadi di antara kami. Hingga suatu hari Ical memutuskan untuk break dulu. Aku menolak keputusannya, tapi semua yang ku katakan tidak merubah keadaan, Ical masih bersikeras untuk break. Baru satu hari berjalan tapi aku tak tau kenapa rasanya ada yang hilang saat jauh darinya. Aku selalu berusaha menghubungi dan memintanya mengubah keputusan, tapi nihil, aku selalu gagal.
            Entah apa yang aku pikirkaan, setiap malam ku hanya di hiasi dengan air mata dan nasehat-nasehat dari sahabatku Tari walaupun sekedar telpon. Aku hanya bisa menanti suatu hal yang menurutku belum pasti terjadi. Tapi aku berharap lebih akan hal itu.
  Pada suatu hari aku di ajak sama Chika untuk jalan-jalan. Chika adalah tetanggaku yang sudah  seperti adikku sendiri. Pada sore harinya aku di jemput Chika di rumah, aku menghabiskan sore itu bersama Chika. Sejenak pikiranku tentang Ical hilang. Tapi saat pulang aku mengingatnya lagi. Malam itu aku mencoba menghubungi Ical.
“hallo, lagi dimana?” kataku melalui telpon
“lagi ngumpul sama temen, ntar di telpon balik ya” jawabnya
“ok, di tunggu” kataku lagi.

Saat menuggu telponnya pikiran ku tak karuan aku berpikir semua akan berakhir, aku merasa benar-benar tak sanggup apabila kata putus keluar dari mulutnya. jam menunjukan pukul 24:15 Ical taK kunjung menelponku, aku putuskan untuk menelponnya.

“Dimana” kataku..
“ini baru sampai rumah” jawabnya
“sampai kapan kita begini” tanyaku langsung
“sampai sekarang, kita seperti dulu lagi ya, maaf ya sayang sudah buat kamu begini, aku sayang sama kamu, I LOVE YOU,” kata Ical
“Aku lebih lagi sayang sama kamu, LOVE YOU TO, jangan gini lagi ya sayang” jawabku
“iya sayang” jawabnya ,.
Aku tersenyum bahagia walaupun pada saat itu dia tak bisa melihat senyuman itu, lega rasanya mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya. Kebahagiaan takkan pernah bisa ku ungkapkan dengan kata-kata karena kembali bersamanya lagi. Semoga kita untuk selamanya :* aminnn ^_~
Kami mempunyai motto : kami ini adalah “IENJ”  kita itu identik dan tak akan pernah berbeda <3


TAMAT

Cerpen : Cinta dan Pengorbanan

Cinta dan Pengorbanan
Oleh : Monadiatul Hurriyah

                   Disebuah provinsi Aceh,didesa Teupin tinngal seorang gadis cantik,berkulit putih kuning langsat,berwajah imut dan mungil,bertubuh ramping serta bermata sipit. Dia adalah Nadia yang sekarang berumur 17 tahun,banyak sekali orang yang menyukainya, akan tetapi Nadia tak pernah suka kepada mereka karena Nadia adalah gadis yang lucu dan bawel,jadi dia tak memikirkan persoalan cinta ,dia lebih suka mencari teman.
                     Tapi Allah berkehendak lain Nadia dipertemukan pada seorang cowok yang berdarah keturunan ustad. Yaitu Zilon,Zilon adalah seorang pemuda yang gagah,tampan dan keren. Nadia dan Zilon sering betengkar. Setelah 5 bulan kemudian Zilon menaruh hati kepada gadis mungil yaitu Nadia. Begitu juga sebaliknya,tak lama kemudian mereka jadian. Mereka melewati hari-harinya dengan penuh senyuman manis, bagaikan taman yang di penuhi bunga-bunga yang sedang mekar dan harum semerbak. Canda dan tawa selalu menghiasi wajah manis Zilon dan Nadia.
                     Tak lama kemudian setelah Nadia kenalkan Zilon pada seseorang,semuanya berubah, mereka yang dulunya bahagia kini tinggal desak tangis. Kini mereka sering bertengkar ,masalah bertubi-tubi menghadang gadis cantik dan pria tampan tersebut. Banyak cewek-cewek dan cowok-cowok yang naksir sama mereka,yang tidak suka melihat mereka bersatu,sehingga berbagai macam cara mereka lakukan untuk menuju puncak kemenangan,mereka mempunyai satu target yaitu memisahkan Zilon dan Nadia. akan tetapi mereka tak pernah berhasil. Kekuatan cinta yang begitu luar biasa mampu menghancurkan kejahatan.
                     Dan tak lama kemudian, suatu rahasia tercium sudah di hidungnya Nadia,ternyata sahabtnya sendiri menyukai Zilon pacarnya Nadia. Hancur sudah hati nadia setelah mengetahui berita tersebut, dan Nadia harus memilih antara cinta dan sahabat. Pilihan yang sulit bagi Nadia, akan tetapi gadis cantik itu lebih mementingkan sahabatnya dari pada kebahagiaannya sendiri. Cinta dan pengorbanan, Nadia telah berkorban demi kebahagiaan sahabatnya, dia lepaskan  zilon, walaupun sakit yang Nadia tanggung tapi Nadia bahagia demi sahabatnya.
                     Zilon tak pernah menyukai gadis lain, termasuk sahabatnya Nadia. Karena Zilon mau menjadikan Nadia bahtera cinta terakhir dalam hidupnya. Zilon pun telah mengenali Nadia kepada orang tuanya ,keluarganya pun sangat menyukai Nadia dan mau menjadikannya menantu dan merakit kehidupan bersama Zilon putranya. Akan tetapi semuanya musnah sudah dibawa mengalir bersama angin. Kini Nadia pun membuat pelarian dan memilih pergi bersama cinta yang dia punya. Karena Nadia sadar tak ada yang lebih penting didunia ini selain berkorban demi cinta. Nadia tak tega dan tak bisa menari di atas penderitaan sahabatnya.
                     Setiap derai tetesan air mata yang jatuh dari pipi merah Nadia adalah air mata bahagia karena selama hidupnya dia telah mengorbankan cinta sejatinya buat sahabat tercintanya.


TAMAT

Cerpen : Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu


Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu

Oleh : Rizha Yanti
           
    Sebut saja namaku Melly, aku dilahirkan di kota Bogor, aku ke dua dari dua bersaudara. Roza nama kaka sulungku yang sangat cantik dan adik bungsuku Diky yang super bandel,cerewet tapi keren loo….!!!.
            Dan aku bersekolah di SMA negeri 2 Peusangan sudah beranjak kelas 3. Sudah cukup dewasa kan !! hari demi hari kulalui dengan penuh kesenangan, dan keceriaan.
            Suatu hari aku sedang duduk di bawah pohon yan rindang tepat di depan kelasku. Aku melihat anak dari kelas lain  yang memandangiku dari kejauhan.
            “alah gak usah open”. Pikirku dalam hati.
            Keesokan harinya aku ke sekolah seperti biasanya. Dan tanpa kesengajaanku bertemu dengan cowok itu lagi, aku pun hanya tersenyum ,tersipu malu. Saling bertatapan dengan Al cowok itu berkata, aku pu ningin menjawabnya, akan tetapi Al duluan nyaut, tidak usah kamu jawab, kamu Melly kan !!!.
            Ternyata Al sudah lama ingin kenal denganku, dan sudah duluan tahu siapa aku !!!.  bel  pun berbunyi aku langsung menuju kelas dan mulai belajar. Ibu Nuryana guru bimbingan bahasa Indonesia kelasku.
            Menit ,detik pun terlewati, jam istirahat tiba. Semua siswa menuju ke kantin untuk membei jajan. Aku dan kelompok kawanku menuju ke kantin. Tak sengaja Ichan kawanya Al berkata.
            “eh Melly, Al cari nomor ponselmu”
Aku pun menjawab.
            “ Al kan cowok, kalau dia gentelmen berani kan minta nomornya ke aku.”
            “okey ! nanti aku kasih tau Al” jawab Ichan.
            Perut sudah tensi, aku dan kawanku puun kembali ke kelas, setiba di depan kelas ternyata Al duluan duduk di depan kelasku. Dimana!! Tempat itu biasanya aku sungguh sebelum masuk kelas.
Langkah ku terhenti, kulihat Al yang memandangiku.
            “Ada apa Al ?” tanyaku
            “boleh gak minta sesuatu sama Melly !”
            “boleh, apa itu!!” tanyaku.
            “bisa Al save nomornya ! nomornya sudah duluan ada sama aku, karena belum seizin Melly.
            “hmmmm”
            “iya boleh, silahkan “ jawabku
            Setiba di rumah hpku berbunyi…..ternyata itu  Al,langsung aku angkatdan berbincang-bincang dengan Al. hampir sebulan aku dan Al berhubungan dengan status teman dekat. Al akhirnya memberanikan diri ingin mengungkapkan perasaannya kepadaku. Cewek yang menurutnya perfek, yang pernah ku dengar kata-kata itu dari  Ichan sanabat Al.
            Keesokan harinya Al mengajakku agar mau menemuinya di bawah pohon biasanya aku sinngah. Karena menurut Al di tempat itulah  dia memandangi  seorang wanita yang sempurna dimatanya.
            “mell..? aku sayang kamu!” tutur Al dengan sopan.
Aku tidak mau gegabah memberi jawaban pada Al ,pikirku dalam hati.
            “aku harap kamu mau menerima aku!” ujar Al.
Seminngu berlalu, saatnya aku memberi jawaban kepada Al.
            Al tak bisa lagi mengendalikan perasaanya.dengan hati deg-degan, aku pu memandanginya. Aku pun siap menjadi kekasih Al.
            Al keliatan sangat senag, dia bahagia karena cewek yang diidamkan dari pertama kalinya, sudah membuat hatinya tergoyah, sekarang ia bisa memilikinya.
            Hubungan kami pun terjalin,senang rasanya aku bisa memiliki cowok sebaik Al. dia juga pintar melukis, sku sering minta bantu ngerjain tugasku.
            Suatu hari dia memberiku kejutan, liontin cantik kado darinya. Duh !!! senangnya hatiku. Aku belum pernah sebelumnya memiliki kekasih seperti Al.
            Hari-hariku indah dengan kehadirannya Al. aku sangat menyayangi Al. hubungan kami sangat erat hingga kini. Aku rasa cinta pertama adalahyang terakhir dan terindah, yang kulalui di kehidupanku dan saat aku beranjak di PUTIH ABU-ABU.
            Itu yang terjadi padaku……………………..

Tamat

Cerpen : Catatan Tentang Dia

Catatan Tentang Dia
Oleh : Cut Risna Emilda


            Mengenal kamu itu sesuatu yang indah dan aku tak pernah berfikir akan melewati masa yang panjang,berliku dan rumit. Kebahagiaan dan kesakitan melengkapi cerita kita, namun sesuatu yang masih ku kenang saat ini dan entah kapan  hilang dan tak berbekas sampai kapanpun, biarlah waktu yang berjalan akan menjawabnya
            Kisah cintaku kini memang harus berakhir , walaupun hati benar-benar menolaknya, tidak ingin merasakannya, sakit hati ini terasa lebih ,akankah kau tahu itu ? Kevin kekasih yang aku sayang begiu tulus, mengakhiri hubungan kita tanpa alasan yang jelas berkali-kali aku menolak kenyataan ini, tapi ini adalah sebuah perjalanan hidup yang mungkin harus kulalui  mencintainya membuat aku sering melupakan sakit yang dia perbuat.kebaikannya  masih kurasakan seperti dia adalah kekasihkuyang dulu, namun selalu  menyadarkanku  bahwa dia bukan milikku lagi
            Tidak semua kebaikannya selalu membuatku bahagia, saat dia sedang berbaik hati menemanikusaat aku kesepian. Dia seringkali bercerita tentang kehidupan percintaannya yang ia jalani, sebelumnya aku tidak pernah tahu sontak saat dia bercerita rasanya perasaa ini berantakan, tapi memang aku harus tahu mungkin untuk menyadarkan aku melupakannya, tapi dihatiku benar-benar tak pernah tahu, hal itu tak ingin pernah ku dengar, tapi aku hanya mencoba menjadi pendengar yang baik, apapun ceritanya walaupun menyakitkan buat hatiku. Aku hanya ingin menjadi seorang yang saat ia butuhkan, walaupun mungkin dia tidak pernah membutuhkan aku.
            Pernah di suatu hari pertemuan kita memang tak sering sperti mungkin pacarnya yang dulu. Dan saat bertemu dia adalah momen yang spesial hari ini pertemuanku pertama dari semenjak kita tidak terikat oleh ikatan cinta , rasa canggung dan gugup menatapnya dirasakan olehku, berjalan  di tempat keramaian sedikit membuat jantungku gemetar , langsung mau berkata apa? Akankah sikapnya masih seperti yang dulu perhatian dan lembut kepadaku? Akankah dia berubah menjadi seorang yang dingin terhadapku?
            Waktu telah menjawab semuanya dan semua baik-baik saja tak ada perubahan dari semua yang terlah berjalan, kebaikan dan keramahannya masih seperti yang dulu.
            Aku bahagia dan lega saat semua berjalan seperti yang terfikirkan. Dipertemukan dengannya kembali membuat aku berharap akan bisa membangun sebuah hubungan kembali dengannya, namun kebaikannya hanya sebuah kesalahan yang aku artikan, aku berharap dan menunggu sampai hari kencan itu selesai, dan mungkin kita memang tak bisa di satukan lagi, semakin aku menyadari bahwa aku telah kehilangannnya.
            Tidak mudah melupakan sesorang, apalagi jika kita benar-benar tulus mencintainya.

Tamat

            

Cerpen : Berganti Hati

Berganti Hati
Oleh : Ferry  Andrian


Kriiinggg “Halloo..“

... “Hallo, bisa bicara dengan Jenny?”

... “Hallo, ini Bobby, bisa bicara dengan Jenny?”

... Klekkk! Tuttt tutt tuttt

Pagi itu mendadak muka Jenny masam semasam-masamnya yang dia bisa. Dina aja sampe bingung ada apa gerangan.

“Kenapa loe Jen?“

“Ga kenapa – kenapa“

“Yakin loe? Loe mandi kan pagi ini ?”

“Apa – apaan sih loe Din? Ya iyalah gue mandi!“

“Ups sorry, abisnya muka loe kusut banget. Kenapa sih?“

"Daripada loe ngurusin urusan gue mending loe urusin deh PR dari Pak Burhan.“

“Hah?? Emang ada PR ya?“

“Ada, halaman 204 bagian C dan D, essay semua tuh, 15 menit lagi masuk.“

Jenny berjalan melenggang melewati Dina, sementara Dina langsung ngacir menuju kelas.
Teetttt tettt tettttttt, bel masuk. Jenny yang pagi – pagi udah galau aja di kantin langsung menuju kelas. Di kelas dilihatnya muka Dina menekuk kesel.

“Jen loe usil banget sih. Tega – teganya loe ngerjain gue. Dengan susah payah gue ngerjain tuh soal, untung si Budi bilang nggak ada PR, jahat loe!“

“Lagian loe suka banget ngabisin waktu loe buat urusin urusan orang lain.“

“Yaaa sorry, abisnya gue kesel aja liat muka loe. Pagi – pagi udah kusut banget persis orang seminggu ga mandi.“

“Gue lagi galau.“

“What?? Masih labil ya loe.“ Dina cengengesan.

“Hellooo Din, wajar dong gue labil. Umur gue aja belom 20 tahun. Sepupu gue noh, udah 21 masih aja suka galau and labil. Loe jangan mojokin gue dong. Kayak loe ga pernah galau aja.“

“Iya iya, sorry. Sensitiv banget sih loe. Galau kenapa loe? Bobby lagi?”

“Iya. Tadi pagi dia nelpon gue. Sulit Din buat lupain dia, meskipun dia udah ga satu tempat lagi sama gue, tetep aja gue masih sakit hati nginget dia. Denger suaranya aja bikin nyeri uloe hati gue Din.“

“Hmmm, kayaknya loe perloe ke psikolog deh Jen, masa loe masih beloem bisa loepain orang yang udah nyakitin loe, udah ninggalin loe, udah ga mikirin loe lagi, dan yang pastinya udah jauh banget dari loe. Ayolah Jen, itu udah setahun yang lalu, masa sih loe ga bisa lupain dia.“

“Din, loe ga ngerti karna loe ga di posisi gue. Coba kalo loe di posisi gue. Susah Din.“

“Hmmm, bukannya gue sok ngajarin sih Jen, tapi loe cantik, dan banyak yang suka sama loe, masa sih loe mau dan masih menyia – nyiakan waktu yang loe punya cuman buat orang yang hanya sepintas di hisup loe. Jen, dengerin gue ya, semua orang pasti pernah sakit hati, semua orang pasti pernah galau, tapi ga semua orang bisa mengatasinya Jen. Masa depan ...”

“Udah ah Din, gue ngomong sama loe juga kayanya percuma.“

“Ok Jen, maybe loe cuman butuh waktu.“ Dina balik lagi fokus ke bukunya, dan menghentikan bisik – bisik dengan Jenny. Sementara Jenny pura – pura dengerin Pak Burhan yang sejak jam pertama tadi sebenernya Jenny ga ngerti membahas tentang apa. Beruntung hari ini Dina dan Jenny duduk di kursi paling belakang, jadi kecil kemungkinan ketahuan Pak Burhan kalo mereka lagi ngobrol bisik – bisik

Kalo dipikir – pikir Dina bener banget ya. Masa gue mau galau terus. Tapi sulit banget buat ngelupain Bobby. Hmmm, ntar istirahat gue tanya Igha deh, kayaknya dia lebih tau.

“Jen!!!!“

“Dina! Loe bisa nggak sih klo ga usah teriak – teriak gitu?“

“hehe, loe gue panggil daritadi ga nyahut“

“loh? Pak Burhan mana Din?“

“Bel istirahat udah daritadi nonaaaa, yok kantin yok, gue laper nih“

“ehhhmm, loe duluan aja deh, gue mau ke kelasnya Igha dulu“

“yakin loe? sekalian cuci tuh muka, kusut banget...“

“Iya iya! ngeselin banget loe“

Dina melenggang, sementara Jenny langsung menuju ke kelasnya Igha.

“Dina bener banget Jen, loe harusnya mulai ngebuka hati loe. Gue bingung, kerjaan loe setahun ini galau mulu, kapan loe move on nya? Ingat Jen bentar lagi kita ujian, lulus, kuliah, trus misah deh. Masa loe mau terus – terusan jomblo en galau, sementara banyak cowok cakep yang ngantri mau jadi pacar loe. Contoh tuh kak Andre udah cakep, pinter, lulusan terbaik lagi. Udah gitu pacaran sama cewek terpintar di angkatannya. Ayo dong Jen move on. Lagian elo ga bisa juga kan balikin Bobby buat jadi milik loe lagi. Gue saranin deh, buka kembali otak loe tuh, buang jauh – jauh Bobby. Lama – lama gue juga kesel denger tentang tuh cowok“ Igha bernasihat panjang lebar.

Jenny terdiam. Sampai pelajaran berakhir, entah ada angin apa, kali ini dia udah ngerasa terbuka otaknya. Dina bener, dia ga mungkin terus – terusan menyesali dan menginginkan waktu kembali lagi. Begitu banyak, bahkan ribuan menit dan detik ia habiskan utnuk memikirkan Bobby yang bahkan Jenny pun ga pernah tau kabarnya lagi. Jenny juga udah bosan dengan semua kegalauannya. Jenny udah bosan bertahan dengan semua sakit hatinya. Lama – lama bisa tua dari umur gue kalo sedih terus. Igha dan Dina bener. Hidup gue masih panjang. Mungkin Bobby salah satu orang yang dititipkan sebentar untuk memberi warna di hidup gue. Gue harus berhenti

               Malamnya Jenny membuang semua yang berhubungan dengan Bobby. Semua kontak dan barang – barang yang ingetin dia sama Bobby. Semua foto – foto dia sama Bobby, dia hapus permanent dari semua gadgetnya. Tak terkecuali semua foto print out yang tertempel di dinding kamarnya. SEMUA. Semua kenangan liburan di Bali, foto – foto pas ulang tahun Jenny Bobby kasih surprise, dan yang paling nyakitin, foto – foto Bobby bersama Jenny, Kak Andre, pacarnya kak Andre, Mamah, dan Papah. Semakin Jenny ngeliatin foto – foto itu semakin nyeri di hati Jenny. Dia sangat menyadari, bahkan sesadar – sadarnya. Bobby tetap tersimpan dihatinya, entah sampai kapan. Tapi semakin yakin juga Jenny bahwa semuanya ga akan kembali, seperti kata Dina, Jenny harus bisa mengatasi sakit hatinya.

               Setelah semua barang – barang itu terkunci rapat di peti, Jenny memasukkan peti tiu ke gudang. Jenny membuka laptopnya lagi, membuka semua catatannya selama setahun. Jenny membuka document baru, disana ia mengetik.
“Jika aku menyayangimu, itu bukan sepenuhnya salahmu. Tapi itu salahku yang tak pernah mengerti bahwa waktu bisa merubah segalanya. Jika aku tetap menyayangimu, itu juga bukan sepenuhnya salahmu, itu hanya salahku yang tak bisa mengerti keadaan. Hanya saja, ternyata waktu kemudia mampu membuatku mengerti keadaan. Beribu waktu, menit, jam, bahkan tak terhitung hari kuhahabiskan pikiran dan sedihku untuk mencintaimu. Aku tak pernah berhenti, hanya saja aku beristirahat , mencoba lebih memahami waktu.“ Jenny turn off laptopnya, mencoba memejamkan mata. Berharap besok akan ada waktu untuknya menebus kembali waktu yang terbuang.
*****



Makalah : Sistem Pedidikan Nasional